whos.amung.us

Berselancar internet dengan leluasa dan aman di kantor (ZenMate)

Bebas berselancar internet tanpa halangan

Virtual Android Genymotion PC

Berandroid di komputer dengan visual berbagai smartphone

Seting koneksi internet Android Bluestacks menggunakan Proxy Cap

Menseting internet pada Bluestacks yang menggunakan proxy

BerAndroid dikomputer menggunakan Bluestack Build 0.7.14.901 Rooted Version

Menseting internet pada Bluestacks yang menggunakan proxy

Kontes: Stand Up Kompas TV Youtube 2013

Heiiiii kalian yang suka ngelawak, kalian yang biasanya merasa paling lucu, suka ngomong, nih Kompas TV lagi ngadain kontes stand up. Mending kalian salurin bakat kalian itu ke sini deh. Mayanlah bisa ngeksis di youtube, atau malah bisa ngetop di TiPi. Kontes ini berlangsung dari 12 Oktober sampai 15 Desember 2013

Kontes: Kontes Foto bersama Volkswagen (VW).

Hayooo siapa yang pengen naik mobil Volkswagen (VW) terbaru ??? bagi yang pengen aja nih ya. Peserta dapat mengirimkan foto mulai 26 September 2013 sampai dengan 31 Oktober 2013

Kontes: Ceritakan pengalaman minum kopi berhadiah 3 iPod Touch 5th Gen dan 3 kamera Instax.

Buat cerita tentang meraih inginmu dengan cara yang fun, unik, berani, atau orisinil yang berawal dari Ngopi Jadi...

Kontes: Fotografi ASTRA 2013

Astra Indonesia menggelar Lomba foto Astra 2013, tunjukkan kreasi mu lewat fotografi. dengan semangat satukan karya, bangun bangsa, astra mengundang para pecinta fotografi untuk mengabadikan momen-momen semangat berkarya dalam bidang yang menjadi fokus grup astra

Kontes: Youth Art Festival 2013

International Program News (IP News) Universitas Islam Indonesia menggelar lomba Fotografi se-Indonesia. bekerjasama dengan US Embassy. Pendaftaran dan pngumpulan online 14 Februari 2013 - 30 Maret 2013

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Oxsitech.blogspot.com

Masukkan alamat email anda:

Thursday, February 7, 2013

Download makin kenceng pake Zbigz.com


Selamat datang dan selamat menyimak teman-teman, kali ini saya mau melanjutkan postingan kemarin mengenai download torrent menggunakan Zbigz, kalo belum nyimak silahkan deh simak dulu. Nah kali ini saya mau melajutkan postingan itu. Mungkin diantara anda masih ada yang bingung, gimana sih caranya, gimana sih nyari file torrentnya, trus gimana cara gunain Zbigz nya. Oke ga usah basa basi lagi deh, langsung aja simak dibawah ini.
Untuk memanfaatkan download yang kenceng disarankan anda menggunakan IDM downloader, kalo belum punya anda bisa download disini. Kalo udah diinstal, langsung aja deh kita mulai.
Pertama kita perlu mencari file torrentnya yang mau kita download, saya sendiri biasa mencari di bittorrent, utorrent, atau 1337x. Nah disini saya menggunakan 1337x, ya karena tampilan lebih teratur aja sih, tapi filenya mungkin masih belum. Nah anda cari file torrent dengan mencari di bagian search.

Nah, sekarang udah ketemu kan file nya, tinggal klik aja yang mana yang lebih cocok, yang srek dihati. hehehe

Kalo dah ketemu, anda tinggal download file torrent nya, atau menggunakan magnet download seperti pada gambar dibawah. Magnet download guna nya, kita bisa ga perlu download file torrent, melainkan kita Cuma klik dan drag ke bagian zbigz nya. gt

Nah sekarang lanjut buka tab bar baru, buka Zbigz.com. Anda langsung bisa gunain atau daftar dulu. Daftarnya pun ga bayar kok, alias gratis. Masih ga percaya? Ya udah coba aja daftar.
Sekarang silahkan masukin/upload file torrent nya yang tadi uda di download atau pun menggunakan magnet dari 1337x diatas tadi, tinggal drag and drop ke situ. Trus klik Go.

Klik free kalo anda belum mengupgrade account ke premium.

Nah sekarang tinggal tunggu bentar doang, zbigz.com akan mendownload file untuk anda. Kalo udah selesai, anda akan melihat tombol download disamping nama file. Klik aja, dan nanti IDM akan otomatis merekam dan mendownload.

Oke, gitu lah kira-kira caranya. Dan perlu saya ingatkan lagi, bahwa account zbigz.com free, memberikan batasan seperti jatah waktu yang disediakan setiap file torrent selama 7 hari, dan hanya bisa mengupload file torrent sebanyak dua saja. Tapi enaknya, zbigz ini memberikan fasilitas resume pada IDM. Oke selamat menikmati mendownloadnya.



Sunday, February 3, 2013

Download torrent makin praktis dengan zbigz



Mungkin sudah banyak yang tahu tentang artikel ini. Torrent adalah sebuah media alternatif yang digunakan untuk mengupload dan mendownload file berukuran besar melalui internet. File yang didownload dengan torrent konon dapat diunduh dengan lebih cepat karena dibagi ke dalam beberapa partisi kecil dan memiliki sistem “Seed” dan “Peers”. Yang anda perlukan untuk mendownload torrent adalah sebuah “Client Torrent” seperti Utorrent atau Bittorrent, lalu mendownload file torrent dari website tertentu.

Zbigz adalah merupakan "Client Torrent", zbigz mempunyai banyak fitur yang membuatnya menjadi favorit para pecinta download, yaitu:
  • jika kita menggunakan Zbigz.com kita mendapatkan akses jaringan yang berisi ratusan ribu film dan video, musik, buku dan aplikasi lainnya.
  • Zbigz memberikan keamanan karena menggunakan Https.
  • Tidak perlu melakukan istalasi dan konfigurasi, zbigz menggunakan web dalam berinteraksi dengan user.
  • Zbigz juga bisa digunakan untuk mendengarkan musik atau pun menonton film dengan streaming. Tanpa kita mendownload file sebenarnya.
Sekilas gambaran cara kerja Zbigz.com
Ketika anda membuka web zbigz.com dan anda memasukannya pada link torrent, lalu yang bertugas sekarang adalah zbigz.com yang akan mendownload file tersebut dengan kecepatan yang menakjubkan pastinya, dan dan setelah selesai, kita baru bisa mendownloadnya. Dan perlu anda ketahui, zbigz.com memberikan waktu aktif selama 7 hari, dan kita dapat menggunakan resume jika kita menunda download.
Postingan terkait download makin kenceng pake Zbigz.com


Friday, May 11, 2012

Karakteristik Linux

Linux mempunyai beberapa karakteristik yang membedakaknnya dari  sistim operasi lain diantaranya :

Beberapa Karakteristik Linux seperti tertera di bawah ini :

  1. Multi Tasking Linux mendukung true preemptive multi-tasking, artinya semua proses seluruhnya berjalan independen dari proses yang lain tanpa harus membuat proses lainnya berhenti.

  2. Multi User Linux dapat melayani beberapa user untuk menjalankan suatu aplikasi yang sama dari terminal yang sama ataupun berbeda.

  3. Multi Processing Sejak versi 2.0 Linux juga dapat berjalan pada arsitektur multi processor. Ini berarti sistem operasi dapat mendistribusikan beberapa aplikasi antar procesor.

  4. Architecture independence Linux berjalan pada berbagai platform hardware. Dari arsitektur CISC sampai dengan RISC, dari mikrokomputer sampai dengan mainframe.

  5. Demand load executables Hanya bagian program yang digunakan untuk proses eksekusi sajalah yang dimuat ke memori. Bila sebuah proses baru dibuat dengan system call fork(), memori yang digunakan tidak langsung dialokasikan khusus, tetapi menggunakan memori dari proses parent-nya. Jika proses parent atau child mengakses page frame yang sama, maka akan dilakukan salinannya baru kemudian penulisan dilakukan pada page frame baru tersebut. Jadi masingmasing proses tidak saling menganggu. Hal ini dikenal dengan mekanisme copy-on-write.

  6. Various formats for executable files Anda dapat mengkonfigurasi agar kernel dapat mengeksekusi file sesuai  dengan  formatnya.  Jadi  Linux  tidak  hanya  dapat mengeksekusi format file ELF atau AOUT saja.

  7. Paging Perpindahan page-page yang individual antara memori fisik dan disk (dalam hal ini hard disk) dari memori virtual. Pada sistem UNIX lama digunakan mekanisme  swapping dimana memori seluruh proses di simpan ke disk, hal ini membuat kinerja sistem menjadi tidak efisien.

  8. Dynamic cache for hard disk Secara dinamis, Linux menyesuaikan ukuran memori cache yang digunakan supaya sesuai dengan situasi penggunaan memori. Bila sedang mengalami kekurangan memori, cache dikurangi. Namun begitu ada memori yang dibebaskan maka cache dinaikkan.

  9. Shared libraries Ini juga merupakan salah satu teknik agar penggunaan memori menjadi lebih efisien. Beberapa program yang menggunakan pustaka (library) yang sama tidak perlu memuat pustaka tersebut ke memori, tetapi cukup memuatnya sekali untuk digunakan secara bersama-sama. Pada sistem operasi lain, hal ini dikenal dengan Dynamic linken libraries (DLL).

  10. Support for POSIX standard and in part System V and BSD Linux mendukung penuh aturan-aturan standar dari POSIX serta beberapa interface tambahan dari System V dan BSD. Sehinggasoftware yang ditujukan untuk UNIX, secara umum dapat dengan mudah di port ke Linux.

  11. Memory protected mode Setiap proses memiliki address space tersendiri yang mencegah proses dari pengaksesan ke memori proses lain bahkan kernel. Sehingga proses yang error tidak akan membuat macet seluruh sistem.

  12. Support for national keyboards and fonts Dukungan yang luas kepada keyboard dan kumpulan karakter nasional.

  13. Different file systems Mendukung penggunaan sistem file yang berbeda. Saat ini sistem file yang umum digunakan adalah ext2, ext3 dan reiserfs. Sistem file lain yang didukung antara lain MS-DOS, VFAT (Win9x/ME), NTFS (Win-NT), ISO (CD-ROM), NFS, HPFS (OS/2), dsb. Sebagai tambahan, pada versi kernel lama yaitu kernel versi 2.4.x kebawah sistem file NTFS tidak didukung untuk akses tulis (write), baru pada versi 2.6.x keatas NTFS sudah didukung akses tulis (write).

  14. Multi Networking protocol support Mendukung berbagai macam protokol jaringan, seperti TCP/IP, IPX, PPP, SLIP, dsb

Perbandingan File Management Di Linux dan Windows

Apa perbedaan manajemen berkas (file) antara Linux dengan Windows? Saya coba menuliskannya sekilas.
Terlebih dahulu kita lihat apa yang ada di Windows. Jalankan Windows XP. Lalu kita buka program file management yang bernama Windows Explorer. Perhatikan kolom bagian kiri. Secaradefault (keadaan semula) terdapat struktur penataan data-data dalam bentuk folder kuning, simbol layar komputer, dan tong sampah. Coba perhatikan nama-namanya. Paling atas adalah “Desktop” bersimbol papan biru, ada “anaknya” (dibawahnya) empat jenis manajemen file yaitu “My Documents” bersimbol folder kuning, “My Computer” bersimbol monitor, “My Network Places” bersimbol monitor dan globe, dan “Recycle Bin” bersimbol tong sampah.

(klik pada gambar untuk memperjelas)

Saya jelaskan satu-persatu. “Desktop” adalah nama layar utama komputer kita. Lalu “My Documents” adalah tempat kita menyimpan data atau file-file pribadi, serta berbagai konfigurasi layar pribadi kita. Perlu diketahui, dalam Windows XP yang bisa memuat banyak user, diperlukan setting yang berbeda-beda pada masing-masing user. Itu pula yang menyebabkan isi “My Documents” dari setiap pengguna berbeda-beda, walaupun dalam komputer yang sama. Yang berikutnya “My Computer”, isinya bermacam-macam tempat penyimpanan semisal disket, harddisk, dan CD-drive. “My Network Places” berisi file-file milik komputer lain yang bisa kita akses melalui jaringan. Sedangkan “Recycle Bin” isinya data-data atau file-file tidak terpakai (telah dihapus) yang bisa didaur ulang.

Sayangnya gambar penataan yang kita lihat di Windows Explorer ini dapat membuat kita bingung untuk mempelajari struktur penataan file yang sebenarnya. Mungkin karena pihak pembuat Windows ingin mempermudah konsumen untuk pemakaian fitur-fiturnya.
Karena “Desktop” berada di struktur tertinggi, mungkin kita mengira bahwa “Desktop” adalah pusat semua pengendalian sistem. Padahal pusat sistem yang sebenarnya adalah di drive [C:]. Di Windows Explorer ditulis dengan label “Local Disk (C:)” atau “nama_buatan_anda (C:)”. Jadi hirarki yang tertinggi seharusnya bukan “Desktop”, melainkan drive [C:]. Drive [C:] ini adalah tempat system pertama kali di-install dan sebagai pusat sistem operasi. Juga sebagai tempat penginstalasian program-program aplikasi jika memilih opsi default.
My Documents yang terlihat di bawah “Desktop” sebetulnya bertempat di bawah drive [C:]. Coba kita buka struktur My Computer > Local Drive (C:) > Documents and Settings > “nama user kita” > My Documents. Isinya sama dengan My Documents yang di atas kan?!
(Klik pada gambar untuk memperjelas)

Bagi Anda yang pernah belajar sistem operasi DOS, maka hal ini akan mudah Anda pahami. Sebab penataan data di dalamnya hanya terdiri dari drive [A:], [B:], [C:], [D:], dan seterusnya.
Nah, kita pahami saja drive [C:] terlebih dahulu. Insya Allah kita akan lebih mudah memahami struktur file yang ada di Linux.
Drive [C:] berisi direktori-direktori (folder-folder) penting, tiga di antaranya: “Documents and Settings”, “Program Files”, dan “WINDOWS”.
Drive[A:]

Drive[C:]

———>Documents and Settings —–> {file2 setting dan data pribadi users, termasuk administrator}
———>Program Files —–> {file2 program tambahan yang telah diinstalasi}
———>WINDOWS —–> {file2 program dasar bawaan Windows)

Drive[D:]
Drive[E:]

Walaupun perangkat-perangkat penyimpanan data (storage devices) dikendalikan dari [C:], tetapi pembuatnya (Microsoft)menuliskannya sejajar dengan [C:], tidak di bawahnya. Contohnya drive [A:] untuk disket, drive [D:] untuk harddisk partisi/bagian kedua, drive [E:] untuk CD-drive, dan drive [F:] untuk flashdisk.
(Catatan: Untuk huruf pada CD-drive dan flashdisk bisa berbeda-beda tergantung pada hardware komputer Anda.)

Secara manual, penulisan directori di Windows menggunakanbackslash (\). Contohnya apabila kita akan menuliskan direktori Samosir di bawah Documents and Settings, maka penulisannya adalah: C:\Documents and Settings\Samosir\

Di Linux, struktur penataan file-nya berbeda dengan Windows. Struktur tertinggi di Linux adalah “root-directory” yang disimbolkan dengan slash [/], bukan drive [C:\]. Di bawah “root-directory” terdapat direktori-direktori penting, empat di antaranya:
home/, root/, usr/, dan media/.
[/]

—-> home/ ———> {file2 setting dan data pribadi para pengguna (users)}
—-> root/ ———-> {file2 setting dan data pribadi “root-user” (administrator)}*
—-> usr/ ———-> {file2 program aplikasi}
—-> media/ ———-> {file2 akses dari alat penyimpanan (storage devices)}**

 

*(Catatan: ada beberapa distribusi GNU/Linux yang memasukkan direktori user root/ ke bawah direktori home/)
**(Untuk distribusi GNU/Linux yang tidak mengaktifkan storage device secara otomatis, direktori yang sering dipakai adalah mnt/)

HATI-HATI!
Penyebutan “root-directory” berbeda dengan “root” saja. “Root-directory” adalah direktori tertinggi dari sistem komputer. Sedangkan “root” artinya user bernama “root” yang di Windows sering disebut “administrator”.


Perhatikan, direktori tempat mengakses storage devices tidak ditempatkan sejajar dengan “root-directory”[/], tetapi di bawahnya. Kedudukannya dibuat menjadi “anaknya root-directory”, bukan “saudaranya”. Berbeda dengan Windows yang “root-directory”-nya sejajar/setara dengan storage devices. Seolah-olah jabatan [A:\], [D:\], dan [E:\] setara dengan [C:\]

Penulisan direktori-direktori Linux secara manual juga berbeda dengan Windows. Ketika saya ingin menuliskan direktori Samosir di bawah home/ maka saya harus menuliskannya dengan: /home/Samosir/
Garis miring (slash) yang pertama adalah “root-directory”. Garis miring yang kedua mengikuti penulisan direktori home/. Dan garis miring yang terakhir mengikuti penulisan direktori Samosir/. Garis miring di belakang suatu teks selalu menandakan bahwa teks itu adalah nama direktori.

Sebetulnya ada banyak direktori penting di bawah “root-directory” [/], saya hanya menyebutkan empat saja agar memudahkan perbandingan terhadap Windows.

Ubuntu dan keluarganya (termasuk Edubuntu yang saya pakai) adalah distribusi GNU/Linux yang memakai Nautilus sebagai program manajemen file-nya. Tetapi bila kita baca pada nama jendelanya dituliskan sebagai “File Browser”. Di situ terdapat penataan file yang dibuat seperti Windows Explorer. Perhatikan gambar screenshot di bawah ini. Saya menge-klik kolom kiri kepada teks direktori “File System” sehingga berwarna jingga. Lalu perhatikan pada judul jendela yang berwarna merah. Di situ otomatis menampilkan judul: “/ - File Browser”. Itu artinya “File Browser” sedang menampilkan “root-directory” alias slash (/).

Di program manajemen file ini tidak menampilkan struktur direktori “Desktop” seperti yang ada di Windows Explorer. Direktori “File System” (/) bisa diumpamakan drive [C:] di Windows Explorer. Direktori “Home Folder” dapat diserupakan dengan “My Documents”. Sedangkan direktori bernama “1PRIMARY…”, “7DATA…”, “DATA…”, dan “NT”, mereka bisa diserupakan dengan storage device di Windows Explorer seperti [A:], [D:], [E:] dan sebagainya. Kenapa kok storage device-nya namanya aneh-aneh?Ah, itu kan nama buatan saya. Aslinya bukan itu. Kalo gak salah (lupa2 ingat), aslinya “linux1”, “linux2”, “windows1”, dan “windows2”. Bukan “1PRIMARY…”, “7DATA…”, bla bla bla… :)

Demikian sekilas perbedaan manajemen file antara sistem Linux dengan Windows. Mudah-mudahan bermanfaat

Perbandingan antara Windows dan Linux

Ada banyak persamaan dan ada pula banyak perbedaan antara Linux dan Windows. Artikel ini membahas perbedaan antara Windows dan Linux, masing-masing tentunya memiliki nilai plus minus, silakan dibandingkan sendiri.

 

User Interface
Di Windows, Anda tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 Anda hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Anda sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena Anda bisa berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan.

Di Linux, Anda bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat Anda sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja Anda. Sebagai misal, pada komputer yang lambat Anda bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox.

Atau jika Anda menyukai gaya Mac, Anda bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika Anda terbiasa di Windows dan memiliki komputer yang cukup cepat, Anda bisa memilih desktop KDE.

Dengan KDE, Anda masih bisa memilih untuk menggunakan gaya Windows XP ataupun Windows Vista. Pilihan dan variasinya sangat banyak di Linux, Anda bisa mengatur sesuai dengan favorit Anda.

 

Safety dan Virus
Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering Anda temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Karena terlalu banyaknya masalah keamanan di Windows, bukan tidak mengherankan jika kemudian justru muncul olokan untuk nama Windows Vista, yang dipanjangkan menjadi VIrus,  Spyware, Trojan dan Adware.

Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyakvirus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar.

Sekalipun tidak sepenting di Windows, Anda tetap bisa menemukan program-program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools > KlamAV.

 

Spyware
Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan data Anda ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing.
Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu kredit, dan tindakan negatif lainnya.

Tidak banyak program spyware yang menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus. PCLinux telah menyediakan pre-instal Firewall untuk melindungi sistem Anda dan bisa diaktifkan melalui PCLinux Control Panel.

 

Instalasi dan Kelengkapan Program
Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin Anda hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.

Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux didistribusikan  dengan banyak program didalamnya (itu sebabnya dikenal istilah distro – dari kata distribusi – Linux). Setelah diinstal, Anda akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program. Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.

Dengan waktu instalasi yang hampir sama, Anda bukan hanya mendapatkan suatu sistem operasi tetapi juga semua program yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari di Linux.

 

Konfigurasi Sistem
Windows dikenal kemudahan dalam pemakaiannya, karena hampir semua hal bisa dilakukan dengan sistem point n’ click yang sudah berbasis grafis,

Di  Linux, Anda mungkin sering mendengar perlunya mempelajari perintah-perintah secara manual di command line. Sebagian berita ini benar, tetapi belakangan Linux sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga hampir semua hal juga bisa anda lakukan sama mudahnya seperti di Windows.

Dengan PCLINUX Control Center, konfigurasi sistem bisa Anda lakukan semudah point n click. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang sudah siap pakai. Sebagai contoh, browser Internet telah disertai dengan sejumlah plug-ins. Tidak perlu men-download dan menginstal plug-ins flash ataupun yang lainnya.

 

Hardware Support
Di Windows, biasanya Anda tidak pernah mendengar masalah hardwre, karena hampir semua hardware yang ada sudah menyertakan drivernya. Berbeda dengan di Linux dimana Anda mungkin sering mendengar suatu hardware tidak bekerja di Linux. Hal ini terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.

 

Menangani Crash
Linux secara umum terlihat sebagai sistem operasi yang stabil. Dan jika Anda membandingkan Linux dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Untuk Windows XP – jika Anda mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik – juga akan cukup stabil.

Dan seperti halnya dengan Windows, suatu saat Anda juga akan menemui masalah di Linux. Sekalipun jarang, tetapi program yang crash atau hang bisa saja terjadi. Ini adalah suatu fakta dari kehidupan di dunia komputer.

Sekalipun demikian ada beberapa perbedaan di Windows dan Linux. Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan Anda dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah.

Dan jika sistem grafis yang terkunci, Anda bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Anda juga mempunyai pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti Anda tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.

 

Partisi Harddisk
Linux tidak mengenal penamaan drive C: untuk suatu partisi. Semua drive disatukan dalam suatu sistem penyimpanan yang besar. Folder /mnt merupakan tempat untuk Anda mengakses semua media yang ada di komputer, baik partisi lain, CD-ROM, Floppy, ataupun FlashDisk.

Belakangan KDE telah mempermudah akses ke media dengan menyediakan sistem Storage Media yang dapat diakses melalui My Computer ataupun file manager Konqueror.

Penamaan File
Linux menggunakan “/” untuk memisahkan folder dan bukannya “” yang biasa digunakan DOS/Windows. Linux bersifat case-sensitive, ini berarti file “Hello.txt” berbeda dengan file “hello.txt”. Linux juga tidak terlalu memperhatikan ekstensi file. Jika Anda mengubah nama file “Hello.txt” menjadi “Hello”, Linux masih tetap mengetahui bahwa file ini adalah suatu teks. Dan ketika Anda mengklik file “Hello”, Linux secara otomatis tetap akan membuka program editor teks.

 

Kemudahan dan Keamanan
Anda mungkin sudah mengetahui, bahwa sebagai user biasa (bukan Root) Anda tidak bisa menulis file di sembarang folder. User biasa hanya memiliki akses tulis di folder home mereka. Sebagai user biasa, Anda tidak akan bisa mengubah bagian penting dari sistem Linux. Ini memang terkesan terlalu membatasi dan merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih aman, karena hanya orang tertentu yang mempunyai akses Root saja yang bisa menyentuh sistem. Bahkan viruspun tidak bisa dengan mudah menyentuh sistem Linux. Itu sebabnya Anda tidak banyak mendengar adanya virus di Linux.

Hal ini berbeda jauh dengan Windows yang sangat rentan dengan virus. Ini terjadi karena user biasa di Windows juga sekaligus mempunyai hak sebagai administrator. Kebanyakan pemakai Windows tidak mengetahui hal ini, sehingga sistem mereka sangat rentan dengan serangan virus. Windows Vista sekarang telah mengadopsi sistem sekuriti Linux ini.

 

Defrag
Di Windows, Anda mungkin sering menemui masalah menurunnya kecepatan Windows. Salah satu penyebab biasanya adalah file-file di harddisk yang sudah tidak tersusun rapi lagi. itu sebabnya Anda disarankan untuk menggunakan program Defrag.

Di Linux Anda tidak akan menemukan program untuk men-defrag harddisk. Anda tidak perlu melakukan defragment di harddisk Linux! Sistem file Linux yang menangani semuanya ini secara otomatis. Namun jika harddisk Anda sudah terisi sampai 99% Anda akan mendapatkan masalah kecepatan. Pastikan Anda memiliki cukup ruang supaya Linux menangani sistemnya dan Anda tidak akan pernah mendapatkan masalah deframentasi.

 

Sistem File
Windows mempunyai dua sistem file. FAT (dari DOS dan Windows 9x) dan NTFS (dari Windows NT/2000/XP). Anda bisa membaca dan bahkan menyimpan file di sistem FAT dan NTFS milik Windows. Hal ini tidak berlaku sebaliknya, Windows tidak akan bisa membaca atau menyimpan file di sistem Linux.

Seperti halnya Windows, Linux memiliki beberapa macam file sistem, diantaranya ReiserFS atau Ext3. Sistem ini dalam beberapa hal lebih bagus dari FAT atau NTFS milik Windows karena mengimplementasikan suatu tehnik yang disebut journaling. Jurnal ini menyimpan catatan tentang sistem file. Saat sistem Linux crash, kegiatan jurnal akan diselesaikan setelah proses reboot dan semua file di harddisk akan tetap berjalan lancar.

 

3D Desktop
Teknologi yang nampaknya akan dihadirkan di sistem operasi terbaru adalah 3D Desktop. Windows mengawalinya di Windows Vista dengan menyediakan fitur 3D Flip. tidak lama kemudian Linux menyediakan fitur 3D Desktop yang jauh lebih lengkap, seperti 3D Flip, 3D Cube, 3D Ring, dll.

Di Vista, fitur 3D kurang populer karena membutuhkan spesifikasi komputer yang tinggi. Berbeda jauh dengan Linux yang mampu menjalankan fitur 3D Desktop pada komputer dengan spesifikasi yang sangat rendah. Linux yang dari awal terkenal di sisi server, sekarang sudah menunjukkan kebolehannya di sisi dekstop dengan mengungguli Windows dalam hal 3D Desktop.

 

Friday, April 20, 2012

Membasmi Virus Sality



Tulisan ini berdasarkan pengalaman yang menimpa saya beberapa bulan yang lalu, dulu laptop saya lemot, akibat diserang virus. Meskipun di komputer saya telah terpasang dua antivirus handal (menurut saya). Virus apakah itu? Yap sesuai judul tulisan diatas, virus yang saya temukan dan dideteksi anti virus Smadav dan AVG yg terpasang di komputer saya adalah Sality, tepatnya Sality.101.


Nah yang membuat jengkel lagi adalah ternyata kedua antivirus yg saya gunakan hanya dapat menghapus ketika virus terdeteksi dan tidak memperbaiki registry dan autorun.inf yang diinfeksi virus sality ini, akibatnya saya harus mengutak-atik registry secara manual. Oleh karena itu saya mencari alternatif penyembuhan alternatif lain, tapi yang jelas bukan dukun ya.

Setelah browsing sana-sini, akhirnya saya mendapati sebuah alternatif penyembuhan yang sudah saya buktikan efektif membasmi virus Sality.101, nama aplikasi tersebut adalah Salitykiller (cocok kan namanya sebagai pembunuh gratisan?). Aplikasi keluaran Kaspersky Lab ini mencari dan memperbaiki file yang terinfeksi dengan lebih baik.



Cara Membasmi Virus Sality
Cara penggunaannya juga sangat mudah, tinggal di ekstrak, kemudian jalankan Salitykiller.exe yang terdapat didalamnya, selanjutnya biarkan aplikasi ini bekerja hingga semua komponen registry dan file di-scan dengan sempurna dan secara otomatis akan diperbaiki oleh antivirus ini.



Bagi temen2 yang mendapati masalah yang sama seperti saya, silahkan download aplikasinya di link berikut :

Cara Membasmi Virus Sality download sality killer

Thursday, April 19, 2012

Konfigurasi VLAN (Investigating a VLAN implementation)

 

Kali ini saya ingin membagi file packet tracer dari cisco yang dapat dibuka pada mode simulasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengamati bagaimana lalu lintas siaran di teruskan oleh swich ketika VLAN dikonfigurasi dan ketika VLAN tidak dikonfigurasi. Instruksi lengkap tersedia di dalam file PDF dibawah ini.

petunjuk pengerjaan PDF.

download PacketTracer5.3.rar

file simulasi Packet Tracer